Vichai srivaddhanaprabha là ai

AFP/ PAUL ELLISPemilik Leicester City, Vicnhị Srivaddhanaprabha, menyaksikan laga Liga Champions antara Leicester City dan Club Brugge di Stadion King nguồn, Leicester, pada 22 November năm nhâm thìn.

Bạn đang xem: Vichai srivaddhanaprabha là ai


Gol semata wayang Youri Tielemans pada menit ke-63 sudah cukup bagi Leicester untuk menaklukkan Chelsea. The Foxes pun berhak mengangkat trofi Piala FA musyên ổn ini.

Trofi Piala FA 2020-2021 menjadi gelar bergengsi kedua yang diraih oleh Leicester City dalam kurun waktu lima musyên terakhir.

Lima tahun lalu, tepatnya padomain authority muslặng 2015-năm 2016, Leicester mengguncang sepak bola Inggris dengan meraih gelar juara Premier League.

Padahal, muslặng itu Leicester bukanlah tim unggulan. Pada musim sebelumnya, The Foxes bahkan hanya menempati peringkat ke-14.

Selain pemain-pemain semodel Jamie Vardy, Riyad Mahrez, dan N"Golo Kante yang tampil apik di atas lapangan, sosok di balik dongeng indah Leicester pada musyên ổn 2015-năm 2016 adalah lịch sự pemilik klub, Vicnhị Srivaddhanaprabha.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Leicester City Juara Piala FA: Rodgers Lanjutkan Dongeng The Foxes


Terima kasih telah membaca bloginar.net.Dapatkan informađắm say, inspirađam mê dan insight di gmail kamu.Daftarkan email


Vichai yang merupakan pemilik sekaligus pemimpin King Power International Group mengakuisitê mê Leicester melalui konsorsium Asian Football Investments (AFI) padomain authority 2010.

Saat itu, konglomerat asal Đất Nước Thái Lan tersebut membeli Leicester seharga 39 juta paun (sekitar Rp 781 miliar).

Adapun, Vicnhị menduduki jabatung sebagai chairman Leicester pada 2011 setelah chairman sebelumnya, Milan Mandaric, mengundurkan diri.

Di Leicester, Vicnhị menginvestasikan uangnya untuk membangun fasilitas klub. Mulai dari tempat latihan mewah hingga stadion modern dengan kapasitas 32.000 tempat duduk.


Setelah gagal promomê say ke Premier League pada muslặng 2012-2013 ukhông nên disingkirkan secara dramatis oleh Watford pada babak play-off, The Foxes akhirnya kembali ke cấp độ teratas Liga Inggris padomain authority musyên berikutnya.

Musyên ổn pertama Leicester usai kembali ke Premier League tak berjalan baik. Mereka cuma menghuni peringkat ke-14 klasemen akhir Liga Inggris 2014-năm ngoái.

Baca juga: Profil Youri Tielemans, Pahlawan Leicester City di Final Piala FA

Namun, padomain authority musyên berikutnya, kisah ajaib lah yang dialamày Leicester City. Bermodalkan pemain-pemain medioker serta pelatih Claudio Ranieri yang dianggap sudah habis, di luar dugaan mereka tampil sebagai juara Premier League 2015-năm 2016.

Xem thêm: Ngôn Ngữ Không Lời ( Non Verbal Là Gì ? Nonverbal Là Gì

Kesuksesan Leicester City menjuarai Premier League membuat Vicnhị Srivaddhanaprabha menjadi sosok yang begitu dicintai para pendukung The Foxes.

Namun, kecintaan fans Leicester kepada Vichai bukan hanya karemãng cầu keberhasilannya membawa The Foxes meraih prestađam mê gemilang.

Kemurahan hati Vichai juga membuat pendukung Leicester sangat mencintai sang trọng pemilik klub.

Ketika Vicnhị berulang tahun ke-60, ia membagikan 60 tiket musiman gratis kepadomain authority fans Leicester City.

Pengusaha kelahiran Bangkok itu juga pernah menyumbang 2 juta paun untuk sebuah rumah sakit di Kota Leicester.

Kabarnya, segala sumbangan yang diberikan oleh Vichai itu tidak pernah diumumkan ke truyền thông media. Sebab, menurut klalặng beberapage authority truyền thông Inggris, ia memang dikenal sebagai sosok pendiam.

Baca juga: Kisah Kehancuran Karier Adriano, Sang Kaisar Pemilik Kaki Kiri Maut

Namun, padomain authority 27 Oktober 2018, kabar duka menghampiri Leicester City. Pihak klub mengumumkan bahwa Vicnhị meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter di luar Stadion King Power nguồn ukhông nên laga menghadapi West Ham United.


Kabar tersebut membuat seluruh anggota klub dan para pendukung diselimuti duka mendalam. Sebab, mereka kehilangan sosok yang mampu menciptakan dongeng indah bagi Leicester City.

Sepeninggal Vicnhị Srivaddhanaprabha, posiham mê chairman Leicester ditempati oleh thanh lịch putra, Aiyawatt "Top" Srivaddhanaprabha.

Aiyawatt pun mengikuti jejak lịch sự ayah dengan menghadirkan cerita indah bagi Leicester City berupa trofi Piala FA 2020-2021.

Selepas laga, Aiyawatt ikut merayakan keberhasilan timnya di mamãng cầu ia ditemani oleh kiper sekaligus kapten Leicester, Kasper Schmeichel, berjalan ke tengah lapangan.

Aiyawatt lantas memberikan pelukan hangat penuh kebanggaan kepadomain authority para pemain dan juga lịch sự manajer, Brendan Rodgers.

Sementara itu di salah satu sudut tibune Stadion Wembley, terpaquý phái spanduk besar dengan fokhổng lồ Vichai Srivaddhanaprabha, sosok pendiam di balik kisah ajaib Leicester City.

"You won"t see another owner come on the pitch lượt thích that và be LOVED!"

This is special ????
LCFC players present chairman Top Srivaddhanaprabha with the #EmiratesFACup pic.twitter.com/f4ngsAp4As